“Alhamdulillahirobbilalamiiin…”
Kata diatas adalah kata yg emang sudah spatutnya saya lafazkan sekarang, mengingat banyak hal dan kejadian yang menguji kesabaran terjadi selama ± 2 bulan ini…
Stase yang katanya TERBERAT menurut kebanyakan para mantan koass atau dokter muda di FK UNSRI tercinta ini, akhirnya terlewati juga.. Apalagi kalau bukan Stase PDL a.k.a PENYAKIT DALAM namanya…
Dan jujur, ternyata emang BERAT, apalagi kebetulan entah kenapa sepertinya kelompok saya ketiban sial atau kata halusnya kurang beruntung, karena kelompok rotasi yg masuk stase ini hanya 2 kelompok, yang total jumlah personilnya hanya 13 orang…
Daaaan, 13 orang tergolong sangat minim untuk stase ini, karena:
• Pertama, dgn 13 orang, itu tandanya, kami minimal hrs follow up 9-10 pasien setiap paginya, dimana notabenenya bangsal penyakit dalam khususnya kelas 3 itu, jumlahnya super banyak, dan dgn jumlah follow up yg super banyak itu, tentu kami hrs dtg super pagi biar semua follow-up slesai tepat waktu sblm kk residennya dtg bwt follow-up jg ^^
• Kedua, dengan 13 orang, kemungkinan jaga malem seminggu sekali itu cuma sebatas mimpi belaka.. Hahaha~=)) , gimana mau jaga seminggu sekali, 4 hari skali aja susaaah! Wong ada 3 bangsal yang dijaga… Daaaan… Ketiban sialnya lagiii, kami kedapetan rotasi sebagai junior malang (akan dibahas di alenia berikutnya ☺). Sehingga otomatis kami wajib jaga 3 hari skali tanpa korting atau diskon, bahkan pas minggu pertama kami jaga tingting torotongtong alias hari ini jaga, besok enggak, besoknya jaga lagi.. What a Superb!! ![]()
• Ketiga, dengan 13 orang, kemungkinan untuk stase keluar daerah itu hanya sebatas mimpi belakaaaa (´̩ε `̩ ) T_T… Karena ga akan bisa keluar daerah, berapa org yg hrs tinggal disini, klo seandainya dr 13 orang itu ada yg ke daerah, bakal jadi bom waktu bagi mreka yg ditinggal (seseram itukah??? :p)! Padahal, stase ke daerah itu adalah momen yg diidam2kan, karena menurut pengalaman para mantan koass PDL, disaat itulah kta bs bernapas lebih santai dan lebih banyak tindakan yg kita temui..
• Dan yang terakhir, Keempat, dengan 13 orang, stase mayor yg seharusnya banyak ilmu yg didapet, kita cm bakal tepar kecapekan jaga dan ga smpet belajar…
Sepertinya poin-poin diatas terlihat sangat menyeramkan dan bahkan menyedihkan.. untuk membayangkannya saja sepertinya suram skali stase ini!!
Okeh! Itulah 4 poin yang saya bayangkan sesaat sebelum dan menjelang masuk stase PDL…
Dan ternyata, kenyataannya tidak jauh berbeda dari apa yang dibayangkan…
Mungkin bs dikatakan lebih buruk, tapi tidak semua fase itu buruk!
Okeh! Stase ini saya akui BERAT! Tapi belum SANGAT BERAT yang bisa membuat saya patah semangat untuk mundur!
Beratnya stase ini sangat terasa di 4 minggu pertama, dimana kelompok yg hanya berjumlah 13 orang ini berstatuskan sbagai junior.
Dan malangnya nasib kami, kami mendapatkan senior yg “SUPER-DEWA”!!!
Super-Dewa disini, karena banyak diantara mereka mengambil jalan mundur alias stagnan di stase PDL dgn berbagai alasan yg menurut saya bukan alasan tepat untuk mundur..
Jalan mundur yg mreka ambil membuat jumlah mreka jadi sangat sangat sangat minim, yaitu 8 orang. Dan,slain itu menyusahkan kelmpok mreka sendiri, itu sgt merugikan kelompok junior, yaitu kelompok kami!
Dimana yg seharusnya junior itu hanya jaga 3 bangsal,, yaitu 2 bangsal kelas 3 pria dan wanita serta 1 bangsal kelas 2, karena kejadian tersebut, si junior2 ini jadi hrs ikut berbagi penderitaan mereka dengan ikut serta jaga 2 bangsal kelas 1 dan IGD! Dan jujur itu membuat kami kewalahan sbgai junior..
Ntah harus berkata apalagi, tapi itulah yg terjadi dan, hanya itulah solusinya..
Sbenarnya mreka sbgai senior jg tidak salah, karena kelakuan kawan2 mreka, mreka jg jadi ikut susah, dan disini kami sbagai junior dibutuhkan untuk memberi bantuan!
Dan kuncinya hanya 1, yaitu Ke-IKHLAS-an…
4 minggu sbgai junior, jaga malam yg bertubi2 dan follow up pasien yg berbiji-biji, membuat pengalaman makin banyak!
Dari yg menyenangkan smpai yg menyusahkan.
Apalgi pengalaman jaga bangsal kelas 3, dari dianggap sebagai suster, sampe ada pasien yang benar2 berterima kasih dan menganggap saya sbgai dokter..
Pengalaman menangani pasien sakit biasa, gawat darurat atau bahkan sampai pasien meninggal! Itu semua ada di stase ini!!
Pola pikir kita juga jadi makin terbuka dgn lingkungan sekitar, smua orang itu berbeda, tidak sama, jadi pintar2lah memposisikan diri kita sehingga kita tidak diremehkan atau dipandang sebelah mata…
Beratnya 4 minggu pertama, akhirnya cukup terbayar dgn 4 minggu slanjutnya, dimana kami sudah jadi kelompok senior.. ^^
Jujur! Saya menikmati saat2 menjadi senior..
Dimana untuk follow-up pagi,kami hanya memegang 2 bangsal, yaitu bangsal kelas 2 dan Paru. Daan, enaknya lgi, bangsal kelas 2 itu divisite oleh Konsulen langsung, jadinya ga perlu pagi2 skali untuk follow-up..
Dan paru, tentu cukup menyenangkan, jumlah pasiennya tidak sebanyak di bangsal kelas 3..
Dan alhamdulillah kakak2 residennya baik2.. ^^ (з´⌣`ε)
Tetapi, ternyata kemalangan kelompok kami belom berhenti, tiba2 terjadi perubahan peraturan akibat dari ada salah satu orang tua koass yg mengadu ke koordinator kemahasiswaan di bagian penyakit dalam.. Pengaduan itu berbuah cilaka!
Ntah siapa koass menyedihkan itu! tapi yg jelas dia sudah membuat Stase PDL menjadi lebih berat..
Peraturan berubah, dari yg dlunya, stiap jaga malam, status pasien baru hanya 4 lembar (lembar warna pink yg jg diisi bersama residen), sekarang berubah menjadi 14 lembar, yaitu status yg biasa dipakai buat ujian koass! Ya! Status ujian itu yg hrs kita isi setiap ada pasien baaru! Dan di status itu pulalah kita follow-up pagi, tidak lagi satu status dgn kk residen..
Menurut sya, itu justru lebih repot dan bertele2, membuat kerja semakin banyak, walaupun sbnrnya ada hikmah dibalik itu, alhasil, mgkin kita bs lebih lihai dalam mengisi status ujian..
Tapi, apapun itu perubahan yg terjadi pasti akan merugikan salah satu pihak, ntah itu kami atau koass2 nanti selanjutnya…
Minggu sbagai senior saya lewati dgn hati ikhlas dan lebih enjoy… Karena ternyata dgn begitu, stase ini bisa terasa lbh menyenangkan..
Minggu Ujian pun di depan mata!
Ntah siapa pengujinya, yang jelas, smua yg terjadi selama 8 minggu ini ditentukan oleh ujian 1 hari!
Saya tergolong orang yang paling nervous dlm hal ujian! Apalagi di stase ini, mana ada banyak waktu untuk belajar, semua hanya instan, belajar di tempat, belajar dr kk2 residen, mana ada kesempatan membaca textbook yang berjilid2 itu!!!
Ujiaaaan!!!
Jengjengjeeeeeng!!!
Daftar Penguji pun keluar!
Smua penguji menurut pengalaman mantan koass2 dlu, tergolong BONAM namun tidak gampang ditaklukan..
Tp, yg jelas, hanya ada 1 penguji MALAM dan alhmdulillah, dia bukan yg menguji saya…
Saya mendapat giliran hari pertama ujian karena smua syarat ujian saya sudah lengkap duluan!
4 penguji di hari pertama, kata orang2 si BONAM tapi mematikaaan!
Penguji yg saya dpet contohnya!
Membuat saya terasa digantung di dalam ruangan ujian! Membuat saya terpojok dan tidak bs berbuat apa2!
Smua hapalan tidak ada gunanya! Sia2!!!
Pasien ujian pun malangnya bukan pasien khas! Pasien dengan diagnosa yg belom pasti apa itu!
Ntahlah bagaimana hasilnya! Yang jelas, saya berharap, tidak akan mengulang stase ini lagi!
Cukup 8 minggu ini saja! Saya tidak ingin mengulang Ya Allah!
Yang jelas, sya sudah berusaha semampu saya! Apa yg saya lakukan slama 8 minggu ini murni dgn tujuan mencari ilmu dan ridho Allah!
Smoga Allah mengabulkan dan melindungi hamba…
Dan..
Sbuah berkah Allah, akhirnya stase PDL pun terlewati, meskipun banyak aral merintang dan cobaan menghadang!
Dan melalui stase inilah, saya benar2 merasakan, bagaimana hidup sebagai yang namanya KoAs!!! Yang diperlakukan semena2 oleh perawat dan bahkan keluarga pasien yg menganggap kami perawat atau bahkan lebih rendah dari perawat!
Di stase ini pulalah, muncul cita2 besar saya, jika suatu saat nanti saya menjadi pemimpin Rumah Sakit, akan saya didik semua perawat untuk menghormati koas! Karena koas bukanlah babu atau kacung suruhan yg bisa diperintah2 begitu saja! Kita sama2 mencari ilmu dan belajar, jadi mari bekerja sama, saling membantu dan menghormati….
Smoga pengalaman di stase ini menjadi pengalaman yg berharga dalam hidup saya, yang akan menjadikan saya orang yang sukses di kehidupan mendatang~♡☺ (˘ʃƪ˘)
Regards,
Koass Uti~♥